Selasa, 29 September 2015

Aku dan kamu

Hari ini matahari tersenyum cerah menyambut datangnya pagi yang cerah. Hari ini adalah hari yang ku tunggu-tunggu dari beberapa bulan yang lalu. Hari dimana aku mendapat kesempatan untuk bertemu dengan bintang hatiku. Orang yang sudah lama meninggalkan aku, tapi sekarang dia kembali untukku. Ya, aku memang yakin kalau suatu saat dia pasti datang dan kembali padaku, karena aku tau dia menyayangiku.Pukul 10 pagi aku harus sudah menjemputnya dibandara. Dan sekarang sudah pukul 7. Aku harus segera bersiap-siap. Aku tidak boleh terlambat menjemputnya. Aku harus memberikan kesan yang bisa membuatnya percaya bahwa aku benar-benar menunggunya. Bahwa aku juga menyayanginya. Tak akan kusia-siakan kesempatan ini. Sekarang aku sudah dalam perjalanan menuju ke rumah Om Dani dan Tante Rina. Mereka adalah orangtua dari bintang hatiku, sebut saja namanya Rendy. Hari ini mereka memang mengajakku berangkat bersama-sama untuk menjemput Rendy. Aku seneng banget. Disepanjang perjalanan menuju bandara, aku bercengkarama hangat dengan mereka. Sesekali mereka menggodaiku, aku pun tersipu malu. Sebentar lagi kami sudah sampai bandara. Jantungku pun berdegup semakin kencang. Aku ingin segera bertemu dengan dia. Aku sudah tidak sabar untuk menatap wajahnya. Aku sudah tidak sabar untuk memeluk tubuhnya erat-erat. Aku tidak sabar untuk melihat senyum manisnya yang selama ini hilang dari hidupku. Mobil Om ani sudah menempatkan tubuhnya yang gagah di tempat yang benar-benar nyaman. Kami bertiga pun berjalan menuju pintu kedatangan. Aku segera melihat jadwal kedatangan untuk pesawat Garuda dari Jakarta. Ternyata sebentar lagi akan segera datang. Aku beritahukan kepada Om Dani dan Tante Rina yang duduk tidak jauh dari papan jadwal kedatangan.
Akhirnya, waktu itu tiba. Pesawat yang membawa Rendy dari Jakarta sudah mendarat. Puji Tuhan, batinku. Oh Tuhan aku semakin gugup. Keringat dingin mengucur dari tubuhku. tak lama berselang, aku dapat menemukan sosok wajah rendy sedang berjalan menuju pintu keluar. Rendy menghampiri kami yang sudah dari tadi menunggu kedatangannya. Untuk yang pertama Rendy menghampiri orang tuanya. Dia bersalaman dengan orangtuanya, berpelukan, dan cium pipi dengan orangtuanya. Aku tau kalau Rendy memang anak yang sangat berbakti kepada orangtua. Setelah itu dia baru menghampiriku. Dia memegang kedua tanganku dengan tatapan mesra tanpa berkata sepatah katapun. Lalu dia mendekap tubuhku. Dia memelukku sangat erat. Dia membisikkan suatu kata ditelingaku. Dia berkata: "Aku kangen banget sama kamu. Aku sayang sama kamu. Aku tidak mau kehilanganmu. I love you". Aku terdiammendengar kata-kata darinya. Dia pun melepaskan pelukannya. Kami masih terdiam. Hingga Tante Rina berkata: "Ayo sudah kita pulang". Om Dani pun menyahut: "Kangen-kangenannya dilanjutkan di rumah saja. Jangan disini, malu dilihat orang banyak". Om Dani dan tante Rina berjalan lebih dulu menuju mobil. Aku dan rendy menysuul mereka. Rendy menggandeng tanganku erat sambil bercanda ria. Kehangatan iniaku rasakan lagi. Kehangatan yang sempat hilang dariku kini kembali seiring kedatangan bintang hatiku, Rendy.

Rendy. Dia adalah satu-satunya cowok yang mengisi hatiku saat ini. Dia berhasil memiliki hatiku sejak 5 tahun lalu, saat aku masih duduk dikelas 3 SMA. Dia 3 tahunlebih tua dariku. Dia adalah teman baik kakakku dikampus. Dia dan kakakku sama-sama berkuliah di UI jurusan kedokteran. Namun kakakku sudah semester 5 sedangkan Rendy masih semester 3. Rendy merupakan sosok cowok yang aku inginkan dari dulu. Dia dewasa, sabar, setia, baik, sayang keluarga, dan pastinya keren. Ayahnya juga seorang dokter yang bekerja disalah satu rumah sakit terbesar di Surabaya. Aku merasa beruntung banget memiliki Rendy. Tidak pernah kubayangkan, aku akan mendapat seorang kekasih seperti Rendy. Terimakasih Tuhan^^

Rendy akan berada di Surabaya selama 3 bulan, karena ini merupakan libur semester bagi Rendy.
Selama dia disini, aku berusaha sebisa mungkin untuk menemani hari-harinya dan selalu bersamanya. Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk bersamanya.
Pagi ini sesuai dengan rencana kita sebelumnya, aku, Om Dani dan Tante Rina akan diantarkan oleh Pak Supri pergi kerumah Nando. tapi sebelum berangkat, kita harus sarapan dulu. Setelah sarapan, sekitar pukul 8 kami semua meluncur kerumah Nando, kecuali mbok yem yang menjaga rumah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar